Menggapai tujuan hidup seringkali terasa rumit di tengah tuntutan pekerjaan, kebutuhan untuk terus belajar, menjaga kesehatan, dan tetap menjaga hubungan dengan keluarga maupun waktu senggang. Dr. Justin Sung, seorang pakar dalam bidang self-regulated learning, membagikan strategi praktis dalam membangun sistem yang dapat membantu siapa pun mencapai berbagai tujuan secara berkelanjutan, tanpa harus terus bergantung pada motivasi dan kekuatan kehendak semata.
Daftar isi
ToggleHakikat Berpikir Sistem
Menurut Dr. Justin Sung, kebanyakan orang hanya beroperasi berdasarkan niat dan tugas, misalnya “saya harus berolahraga hari ini” atau “saya harus menyelesaikan kursus itu”. Namun niat yang tidak dikonversi menjadi aksi nyata mudah gagal, terutama ketika kita merasa lelah atau ada kendala lain. Langkah lebih proaktif adalah membuat rencana terjadwal, seperti meluangkan waktu satu jam tiap malam untuk membaca. Tetapi bahkan rencana ini seringkali gagal saat realitas hidup terjadi: kelelahan, gangguan, atau kemalasan.
Solusi yang ditawarkan Justin Sung adalah berpikir dalam sistem. Sistem di sini bukan hanya rencana, tapi terdiri dari rangkaian proses yang saling terhubung dan dapat berfungsi secara otomatis bahkan di hari terburuk kita. Kunci dari berpikir sistem adalah mengurangi ketergantungan pada motivasi atau willpower dan menciptakan proses yang berulang dan efisien.
Tiga Prinsip Membangun Sistem
Ada tiga prinsip utama yang perlu diterapkan untuk membangun sistem yang efektif:
-
Holistik dan Antisipasi Kegagalan
Diperlukan pemikiran holistik dengan mengantisipasi segala faktor yang mempengaruhi keberhasilan dari tujuan tersebut. Misalnya, saat merancang sistem belajar, kita wajib memetakan berbagai hambatan seperti kelelahan, rutinitas keluarga, dan gangguan lain. Dengan mencatat semua kendala potensial, kita bisa membangun sistem yang siap menghadapi skenario terburuk. -
Repeatabilitas di Hari Tersulit
Sistem yang baik adalah sistem yang tetap bekerja bahkan pada hari yang penuh masalah. Evaluasi rencana yang telah dibuat dengan pertanyaan, “Apakah rencana ini mengandalkan motivasi atau kemauan semata?” Jika iya, sistem perlu direvisi agar friksi eksekusi menjadi serendah mungkin. Studi kasus yang dibahas Justin, seorang akuntan yang gagal konsisten belajar setelah kerja karena kelelahan dan aktivitas keluarga, menunjukkan perlunya mencari solusi yang mengurangi hambatan—misalnya menunda pulang agar bisa belajar di kantor, atau mengubah waktu makan bersama keluarga. - Pelan-Pelan Lepas “Band-Aid Solutions”
Band-aid solution adalah solusi sementara yang tidak mengatasi akar masalah, seperti mengandalkan tidur siang untuk mengatasi kurang tidur atau menggunakan timer untuk fokus. Sistem yang baik juga memuat tahap transisi untuk memperbaiki akar masalah—misalnya, memperbaiki pola tidur agar tidak perlu tidur siang—yang kelak menguatkan sistem dalam jangka panjang tanpa banyak syarat dan tambahan.
Proses Iteratif Membangun Sistem
Proses pembangunan sistem tidak langsung sempurna; sering kali harus menjalani fase iterasi. Setiap kali solusi tidak efektif, kita analisis lagi apa hambatannya lalu mencari solusi paling efisien. Pendekatan berulang ini menuntut komitmen untuk terus mencari kombinasi solusi yang cocok, meski awalnya terasa tidak nyaman atau bertentangan dengan kebiasaan lama. Rasa tidak nyaman merupakan penanda perubahan, sebab transformasi hanya terjadi dengan cara berbeda dari kebiasaan lama.
Pengalaman dan Tips Praktis
Dr. Justin Sung sendiri menerapkan sistem ini untuk menyeimbangkan kehidupan profesional (dokter, pengusaha, mahasiswa S2) sekaligus menjaga kesehatan dan waktu bersama keluarga. Menurutnya, proses iterasi, analisis hambatan, dan pencarian solusi yang lebih baik secara terus-menerus sangat penting. Ia juga menekankan bahwa perubahan sistem hampir pasti memunculkan rasa tidak nyaman di awal, tetapi jauh lebih ringan dibandingkan stres, kecewa, dan kecemasan yang muncul akibat gagal konsisten mencapai tujuan.
Hasil akhirnya, sistem yang dibangun dari iterasi dan perbaikan berkesinambungan dapat lebih mudah untuk bertahan dan berkembang jangka panjang. Setiap rencana akhirnya menjadi lebih spesifik, lengkap dengan contingencies atau rencana cadangan bila hambatan muncul. Kebiasaan serta respon seseorang terhadap tantangan pun akan terdefinisikan dengan jelas.
Penutup
Membangun sistem ternyata bukan soal membuat hidup semakin rumit, tetapi justru menemukan cara lebih mudah dan efisien untuk mencapai tujuan, sambil mendapat kembali waktu dan kebebasan hidup. Tiga prinsip utama—holistik, repeatabilitas, dan proses menghapus solusi sementara—merupakan langkah kunci yang patut diterapkan. Melalui sistem yang adaptif, reflektif, dan berorientasi solusi jangka panjang, setiap individu bisa lebih mudah konsisten dan sukses dalam berbagai aspek hidupnya.